Cara Membaca Cerita yang Baik

Menjadi pembaca berita yang baik tetap merupakan keingin kita segala terutama hisab kita yang menginginkan menjadi presenter yang bagus, akan tetapi untuk jadi pembaca berita atau perantara yang indah tentunya tidaklah mudah aku perlu melakukan beberapa latihan, supaya hasilnya maksimal.

Kira-kira cara Jogja Pos menafsirkan berita yang baik mampu kita jadikan sebagai pedomonan bila member ingin sebagai pembaca pemberitahuan yang elok, berikut ini ialah beberapa tips yang siap kita praktekkan, diantarnya merupakan sebagai berikut:

Intonasi



Di dalam membaca petunjuk usahakan vokal harus setabil naik turunnya diaturnya ucapan suara disesuaikan dengan cerita yang dibacanya supaya pendengar tidak kesal

Arikulasi atau Pengucapan



Di Artikulasi/pengucapan harus jelas huruf dan kalimatnya. Artikulasi pantas berpedoman dalam EYD (ejaan yang disempurnakan)

Volume

Dalam membaca petunjuk volume titah harus sungguh ada dan tunak hati, dalam membaca berita volume suara mesti menyesuaikan pada tempat, plus setiap tempat yang dimanfaatkan untuk mencerap berita menurunkan kesan yang berbeda-beda, apabila berada didalam ruang yang terbuka usahakan untuk mengatakan berita menggunakan suara muluk, sebaliknya bila berada untuk ruangan mungil dan tersembunyi kita gak perlu menafsirkan berita pada suara terlalu keras, kecuali itu aku juga kudu bisa menyesuaikan dengan pengeras suara yang digunakan (jika mengunakan pengeras suara)

Tolakan kata-kata

Tekanan suara pantas jelas serta mantap, jikalau mengunakan ocehan bahasa indonesia jangan mengunakan penekanan kata-kata untuk tata susila asing seperti bahasa Belanda, Inggris, Arab, dan lainnya sebagainya.

Rejang

Untuk mencerap berita yang baik unsur yang tak kalah pentingnya adalah kecepatan kita dalam membaca berita, kita pantas bisa mengategorikan kecepatannya, mencerap tidak kudu terlalu pandai, atau terlalu lambat sebagaimana orang menyuarakan.

Dalam menafsirkan teks berita untuk orang2 lain kadang lebih selit-belit ketimbang menyatakan berita utk diri tunggal, alasannya pendengar atau penyimak akan menilai mutu titah kita, serta kita dituntut untuk prinsip terhadap teks atau cerita yang pada itu kita membaca, jadi guna saran jikalau kita menafsirkan berita orang lain usahakan kita mengerti dahulu pra kita membacanya supaya suara, kecepatan, volume, tekanan kicauan dan artikulasinya dapat disesuaikan, semoga cara membaca cerita yang bagus ini memerankan bahan guna gambaran saya sebelum mulai membaca cerita.